Manajemen Sekolah

Nama : Luthfia  Sarfina Amalia
Kelas : 4G
Nim : 12001272
Makul : Magang 1

Pengertian Manajemen Sekolah
Dalam konteks pendidikan, memang masih ditemukan kontroversi dan inkonsistensi dalam penggunaan istilah manajemen. Dalam perkembangannya istilah manajemen secarasubstansial disamakan dengan istilah administrasi. Perbedaan pada keduanya terletak pada ruanglingkupnya saja. Administrasi lebih luas ruang lingkupnya disbanding dengan manajemen.Keduanya menekankan pada tercapainya efisiensi dan efektivitas kerja untuk keuntungan yanglebih besar.MBS memiliki banyak pengertian, bergantung dari sudut pandang orang yang mengartikannya. 
Nurkholis (2003:1), misalnya, menjelaskan bahwa Manajemen Berbasis Sekolah terdiri dari tiga kata, yaitu manajemen, berbasis, dan sekolah. Pertama, istilahmanajemen memiliki banyak arti. Secara umum manajemen dapat diartikan sebagai proses mengelola sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan. Ditinjau dari aspek pendidikan,manajemen pendidikan diartikan sebagai segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek,menengah maupun tujuan jangka panjang. Kedua, kata berbasis mempunyai kata dasar basisatau dasar. Ketiga, kata sekolah merujuk pada lembaga tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Bertolak dari arti ketiga istilah itu, maka istilah Manajemen Berbasis Sekolah dapatdiartikan sebagai segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan sumber daya yang berdasar pada sekolah itu sendiri dalam proses pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan yang telahditetapkan.Seperti halnya Nurkholis, Slamet PH (2001) mendefinisikan MBS dengan bertolak dari kata manajemen, berbasis, dan sekolah. Menurut Slamet, manajemen berarti koordinasi dan penyerasian sumber daya melalui sejumlah input manajemen untuk mencapai tujuan atau untuk 
memenuhi kebutuhan pelanggan. Berbasis artinya “berdasarkan pada” atau “berfokuskan pada”. Sedangkan sekolah merupakan organisasi terbawah dalam jajaran Departemen PendidikanNasional (Depdiknas) yang bertugas memberikan “bekal kemampuan dasar” kepada peserta
Hilangkan pesan penilaian pengguna
Tingkatkan Pengalaman Anda Nilai akan membantu kami untuk menyarankan dokumen terkait yang lebih baik.
0% menganggap dokumen ini bermanfaat, Tandai dokumen ini sebagai bermanfaat bermanfaat 100% menganggap dokumen ini tidak bermanfaat, Tandai dokumen ini sebagai tidak bermanfaat Tidak bermanfaat didik atas dasar ketentuan-ketentuan yang bersifat legalistik (makro, meso, mikro) danprofesiona-listik (kualifikasi, untuk sumber daya manusia).
Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen sekolah dengan menggunakan istilah administrasi sekolah yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapaitujuan sekolah yang telah ditetapkan secara
efektif dan efisien”. Antara administrasi sekolah dan manajemen sekolah dapat dipandang secara essensial dari tiga sudut pandang yakni sebagai ilmu, sebagai seni, dan sebagai suatu proses kegiatan. Baik administrasi maupun manajemen sebagai suatu ilmu, keduanya telah memenuhi persyaratan sebagai suatu ilmu yakni : pertama, keduanya memiliki obyek yang dipelajari yaknikerjasama sekelompok orang. Kedua, keduanya memiliki metode dalam mempelajarinya.Ketiga, keduanya memiliki sistematika baik dalam mempelajarinya maupun dalam aplikasinya.Manakala dipandang sebagai suatu seni, maka para pengelola sekolah dapat memerankanperanannya sebagai pemimpin yang mampu mempengaruhi dan mengajak orang lain untuk bekerja sama. Manakala dipandang sebagai suatu proses kegiatan, maaka setiap orang yangterlibat dalam proses kerja sama dalam bidang persekolahan harus dapat melaksanakan tugassesuai dengan fungsi dan perannya secara professional dan proporsional.B. 

Tujuan Manajemen Sekolah

 Pada hakekatnya tujuan manajemen sekolah tidak dapat terlepas dari tujuan sekolahsebagai suatu organisasi. Proses manajemen yang baik adalah manakala di dalamnya terdapatkegiatan manajerial yaitu kegiatan yang seyogyanya dilakukan oleh orang-orang yangmempunyai status dan kewenangan sebagai manajer, serta kegiatan operatif yakni kegiatan yangseharusnya diselesaikan oleh para pelaksana lapangan.Dengan demikian, tujuan akhir dari manajemen sekolah adalah membantu memperlancar tercapainya tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Kehadiran manajemen dalam prosespersekolahan sebagai salah satu alat untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan.Secara lebih rinci tujuan khusus dilaksanakan manajemen sekolah yang baik agar :pertama, terjadi efektifitas produksi pada setiap jenis dan jenjang pendidikan sehingga para lulusannya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan diatasnya, dapat bekerja sesuai denganpengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya. Kedua, tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana, tidak terjadi pemborosan terhadap waktu, uang, serta yang lainnya. Ketiga, paralulusannya dapt menyesuaikan diri dalam kehidupan bermasyarakat, serta yang keempattwerciptanya kepuasan kerja pada setiap anggota warga sekolah.

C.Fungsi-fungsi Manajemen Sekolah

Fungsi manajemen sekolah berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan manajemen sekolah. Fungsi-fungsi yang berkaitan dengan pengelolaan sekolah dapat diklasifikasikan menurut wujud problemanya, kegiatan manajemen dan kegiatan kepemimpinan. Fungsi manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang garapan(substansi) dari manajemen sekolah. Problema-problema yang merupakan bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari :
1) Perencanaan
 Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapaibeserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Sedangkan T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa : “ Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini.” Arti penting perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehinggasetiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin. T. HaniHandoko mengemukakan sembilan manfaat perencanaan bahwa perencanaan:
 (a) membantumanajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan
 (b) membantudalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama
 (c) memungkinkan manajermemahami keseluruhan gambaran
 (d) membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat
 (e)memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi
 (f) memudahkan dalam melakukankoordinasi di antara berbagai bagian organisasi
 (g) membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami
 (h) meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti dan
 (i) menghematwaktu, usaha dan dana.
Indriyo Gito Sudarmo dan Agus Mulyono (1996) mengemukakan langkah-langkah pokok dalam perencanaan, yaitu :
1. Penentuan tujuan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut, menggunakan kata-kata yang sederhana, mempunyai sifat fleksibel, mempunyai sifat stabilitas, ada dalam perimbangan sumber daya, dan meliputi semua tindakan yang diperlukan.
2. Pendefinisian gabungan situasi secara baik, yang meliputi unsur sumber daya manusia, sumberdaya alam, dan sumber daya modal.
3. Merumuskan kegiatan yang akan dilaksanakan secara jelas dan tegas.Hal senada dikemukakan pula oleh T. Hani Handoko (1995) bahwa terdapat empat tahapdalam perencanaan, yaitu : 
-menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan
-merumuskan keadaan saat ini
-mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
-mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.
Pada bagian lain, Indriyo Gito Sudarmo dan Agus Mulyono (1996) mengemukakan bahwa atas dasar luasnya cakupan masalah serta jangkauan yang terkandung dalam suatuperencanaan, maka perencanaan dapat dibedakan dalam tiga bentuk, yaitu :
(1) rencana global yang merupakan penentuan tujuan secara menyeluruh dan jangka panjang,
(2) rencana strategis merupakan rencana yang disusun guna menentukan tujuan-tujuan kegiatanatau tugas yang mempunyai arti strategis dan mempunyai dimensi jangka panjang.